REFLEKSI PERKULIAHAN ETNOMATEMATIKA (14 MEI 2018)

Oleh : Tri Wahyu Nurjanah

NIM. 15301241010

Pendidikan Matematika A 2015

 

Etnomatematika kali ini kami belajar mengenai bagaimana cara mengelola kelas yang baik, yang di bimbing langsung oleh Prof Marsigit. Pertama dimulai dengan berdoa sebagai ungkapan rasa syukur. Kemudian kelas dibagi dalam kelompok-kelompok. Setengahnya membentuk lingkaran, sedangkan setengahnya yang lain dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok kecil dengan anggota dua sampai empat orang. Dalam kelompok besar, bimbingan langsung di berikan oleh Prof. Marsigit. Kemudian untuk kelompok-kelompok kecil di fasilitasi oleh rekan-rekan S2 dan S3 sebagai supervisor untuk mengelola kelompok kecilnya masing-masing.

Dengan di bersamai Kak Wawan inti dari yang telah kami bahas poin pertama, etnomatematika sebagai sumber belajar sendiri yang harus dikaitkan dengan konsep matematikanya. Sehingga etnomatematika dapat membantu mengembangkan kreatifitas peserta didik. Poin kedua, dalam etnomatematika, yang banyak dibicarakan mengenai bentuk fisik sedangkan yang bentuknya non fisik masih jarang dikaji sehingga lebih dekat ke pembelajaran geometri. Namun dapat juga diterapkan dalam bentuk pemodelan matematika dalam materi perbandingan senilai misalnya susunan pola dalam pakaian batik. Jadi, sebenarnya tergantung dari bagaimana kreatifitas guru sendiri dalam membelajarkannya. Poin ketiga, waktu yang tepat dalam membelajarkan etnomatematika yaitu dari tingkat bawah seperti sekolah dasar dan sekolah menengah pertama itu sangat cocok diterapkan pembelajaran etnomatematika. Poin keempat, dalam mengimplementasikan etnomatematika kita tidak bisa memaksakan budaya itu cocok untuk semua konsep matematika. Karena etnomatematika bermula dari kita tahu terlebih dahulu konsep matematikanya kemudian kita kaitkan dengan budaya yang ada. Sehingga budaya itu tidak bisa dipaksakan harus cocok dengan konsep matematikanya.

Kemudian hasil diskusi masing-masing kelompok dibahas secara bersama. Resume yang dapat diambil ialah untuk membelajarkan etnomatematika kepada siswa, dapat menggunakan miniatur dan lebih baik datang langsung ke lokasi yang menjadi objek budaya. Untuk mengaitkan budaya dengan matematika yaitu yang menjembatani adalah etomatematika, salah satunya bentuk artefak yang bergerak dan tidak bergerak, kaitannya dengan matematika yaitu matematika realistik. Dan etnomatematika berada di dalam matematika realistik itu sendiri. Misal objeknya yaitu susunan batu pada candi, kemudian pada kebudayaan ketoprak salah satunya topi yang digunakan oleh pemain dapat digunakan dalam materi kerucut terpancung. Kemudian ada juga penerapan konsep kesebangunan dari pakaian yang digunakan tokoh ketoprak. Sedemikian sehingga manfaat yang dapat kita peroleh dengan mempelajari etnomatematika yaitu dapat digunakan sebagai sumber motivasi, sumber belajar untuk mencapai tingkat matematika formal dan dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam membelajarkan matematika di sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

64 + = 70